Minggu, 20 Januari 2013

Virus



Virus
Virus merupakan suatu partikel/substansi sangat kecil (ultra mikroskopik) yang terdiri atas materi genetik yang diselubungi oleh protein. Pada dasarnya bersifat parasit yaitu bergantung pada kehidupan sel organisme hidup. Virus dapat bereplikasi secara bebas di dalam kromosom sel tapi tidak di dalam sel mereka sendiri. Untuk memperbanyak diri, virus harus masuk ke dalam sel inang dan menggunakan perangkat replikasi sel inang untuk bereplikasi.
Virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Para penemu virus antara lain D. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau, dilanjutkan M. Beijerinck (1898), Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever), Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage, Wendell M. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology.
Replikasi yang dilakukan di dalam inang membuat virus memiliki bentuk ekstraseluler (virion) dan intraseluler. Bentuk ekstraseluler virus memungkinkan terjadinya transmisi virus dari satu inang ke inang lain. Pada keadaan ekstraseluler, virus tidak melakukan aktivitas metabolisme. Saat virus berada di dalam sel, keadaan intraseluler segera diinisiasi untuk melakukan replikasi. Pada beberapa virus, aktivitas replikasi hingga pembentukan virus baru menyebabkan sel inang menjadi rusak atau terganggu. Replikasi yang merusak tersebut menjelaskan fakta bahwa beberapa virus merupakan agen penyakit. Pada banyak kasus, apakah virus tersebut menyebabkan penyakit atau tidak tergantung kondisi sel inang dan lingkungan. Virus menginfeksi semua kelompok utama organisme, yaitu vertebrata, avertebrata, tumbuhan, jamur, bakteri. Beberapa virus memiliki kisaran inang yang lebih luas dari yang lainnya, tetapi tidak ada yang dapat melintasi batasan eukariot/prokariot.
Virus merupakan suatu substansi yang unik yang pernah ditemukan. Berikut ini beberapa penjabaran mengenai profil virus :
·      Struktur dan Anatomi Virus
a.    Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
b.    Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
c.    Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.
d.    Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.
·      Ciri-ciri Virus
a.    Berukuran ultra mikroskopis : Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom)
b.    Parasit sejati/parasit obligat
c.    Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
d.    Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
e.    Dapat dikristalkan
f.     Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup

·      Klasifikasi Virus
§     Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus
§     Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus
·      Reproduksi Virus
§       Daur litik (litic cycle)
1)    Fase Adsorbsi (fase penempelan)
2)    Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
3)    Fase Sintesis (pembentukan)
4)    Fase Asemblin (perakitan)
5)    Fase Litik (pemecahan sel inang)
§       Daur lisogenik (lisogenic cycle)
1)    Fase Penggabungan
2)    Fase Pembelahan
3)    Fase Sintesis
4)    Fase Perakitan
5)    Fase Litik
Berikut gambaran dari karakteristik virus beserta alur reproduksinya :













Terima Kasih sudah bekunjung di blog labmikrobiologi ini...
Dalam blog ini akan Kami share segala sesuatu seputar mikrobiologi..
Kami pun menyediakan segala keperluan laboratorium mikrobiologi (khususnya) dan laboratorium umum...
Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi link di bawah ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar